Sejarah Pulau mintin


Pulau mintin adalah 3 sebutan untuk 3 sungai yang berada ditengah sungai kahayan. Keberadaannya diapit oleh Desa Buntoi dan Desa mintin yan masuk dalam daerah Kecamatan Kahayan hilir Pulang Pisau. Secara geografis pulau mintin terdiri 3 pulau yaitu yaitu mintin besar yang memiliki luas 3 km dan 2 pulau lainnya yaitu mintin kecil yang punya luas 1 km. Untuk menjangkau pulau ini dari Pulang Pisau Hanya memakan waktu 20 menit perjalanan darat dan kemudian menumpang perahu melalui jalur sungai sekitar 10 menit.


`               Pulau ini memiliki banyak cerita sejarah dari legenda Tamangung Darung Bawan tokoh sejarah yang di percaya mempunyai andil dalam terbentuknya Pulau Mintin, hinggacerita kramat adanya seekor naga, buaya kuning yang menjadi penunggu pulau yang masih dipercaya masyarakat hingga saat ini. Berdasarkan cerita warga setempat pulau ini masih banyak menyimpan satwa liar yang masih hidup. Seperti buaya, beragam jenis ular, biawak, trenggeling tupai, monyet, hingga burung endemik Kalimantan. Saat ini untuk berkunjung kepulau Mintin maka hanya terdapat sebuah kapal fery yang dipatok harga lima ratus ribu rupiah untuk sekali pakai, demikian pula ketidak tersedia nya jembatan atau dermaga untuk berlabuh mempersulit pengunjung. Pengunjung garus pintar – pintar menggunakan rebaha kayu bakau dipinggiran pulau untuk tempat kaki berpijak.


Bagi pemerintahan Kabupaten Pulang Pisau, Pulau Mintin sangat cocok untuk kawasan ekowisata. Pemda pun membuka peluang bagi pihak – pihak yang berniat. Sebagai langkah awal untuk terwujudnya wisata berwawasan lingkungan, masa depan Pulau Mintin harus perhatian yang harus dilakukan secara bersama mulai dari masyarakat, pihak desa, kecamatan pemerintah daerah dan pihak – pihak lain harus duduk bersama mberi ide dan gagasan untuk membangun

Comments

Popular posts from this blog

Perekonomian Desa Mintin

Warga Desa Mintin